Sejarah yang Melatarbelakangi Berdirinya PT PLN di Indonesia

Sejarah yang Melatarbelakangi Berdirinya PT PLN di Indonesia

Sejarah yang Melatarbelakangi Berdirinya PT PLN di Indonesia – Berdirinya Perusahaan Listrik Negara ini dilatar belakangi oleh beberapa faktor kebutuhan manusia terhadap listrik antara lain sebagai penerangan untuk melangsungkan kehidupan ini. Pada tahun 1927, pemerintah Belanda membentuk LWB yaitu perusahaan listrik Negara yang mengelola PLTA pelanggan, PLTA Lamajan, PLTA Bangkok dan PLTU di Jakarta.

Sejarah yang Melatarbelakangi Berdirinya PT PLN di Indonesia

Sejarah yang Melatarbelakangi Berdirinya PT PLN di Indonesia

Pemerintah Belanda menyerah kepada jepang dalam perang dunia ke II, maka Indonesia dikuasai oleh Jepang perusahaan listrik dan gas juga dikuasai oleh Jepang. Dengan jatuhnya Jepang ketangan sekutu dan di proklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, maka kesempatan ini dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk mengambil alih perusahaan listrik yang dikuasai Jepang.

Sejalan dengan meningkatnya perjuangan bangsa Indonesia untuk membebaskan Irian Jaya dari jajahan Belanda, maka dikeluarkan UU No. 28 tahun 1958 tentang Nasionalisme Perusahaan Listrik dan Gas milik Belanda maka dengan Undang-undang tersebut seluruh perusahaan listrik Belanda di ambil alih Indonesia.

Pada tanggal 27 Oktober 1945 kemudian dikenal Hari Listrik Nasional (HARLISNAS) berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga No. 20 tahun 1960. Mengingat pentingnya semangat akan nilai-nilai hari listrik, maka berdasarkan keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1134.k/43.pe/1992 tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional.

  1. Gambaran Organisasi PT.PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan      Tengah

PT.PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah merupakan salah satu unit kerja PT.PLN (Persero) berdasarkan SK Direksi No. 323.K./010/DIR/2003 tentang Organisasi PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Bidang usaha PLN WKSKT merupakan turunan dari bidang usaha PLN Pusat sebagaimana diatur dalam UU RI No. 15 tahun 1985 pasal 6 ayat 2 yaitu penyediaan tenaga listrik yang meliputi jenis usaha pembangkitan, transmisi, distribusi.

PLN WKSKT memiliki 8 unit pelaksana yang terdiri dari 5 Cabang (Banjarmasin, Barabai, Kotabaru, Palangkaraya dan Kuala Kapuas), 2 Sektor pembangkitan (Barito dan Asam-Asam) dan 1 AP2B Sistem Kalselteng.

  1. Kegiatan-Kegiatan Perusahaan

Kegiatan yang dilakukan di perusahaan ini yaitu:

  1. Pelayanan Pelanggan.
  2. Perpindahan dan pemasangan Kwh Meter.
  3. Penambahan Daya Listrik.
  4. Pemasangan jurusan listrik baru.
  5. Memperbaiki jaringan listrik.
  6. Pemasangan instalasi listrik.
  1. Visi Perusahaan

Diakui sebagai pengelola ketenagalistrikan yang efisien, handal dan berkualitas di wilayah Indonesia Timur dengan mengedepankan kearifan lokal.

  1. Misi Perusahaan
  2. Menjalankan bisnis ketenagalistrikan yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan kontribusi yang optimal kepada Perseroan.
  3. Menjadikan listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  4. Meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan serta mengutamakan keselamatan kerja yang berwawasan lingkungan.
  5. Mengembangkan SDM yang berbudaya kerja unggul melalui high trust society.

Sumber: http://antariksawansepty.blogspot.co.id/2014/10/latar-belakang-serta-sejarah-perusahaan.html

Leave a Reply