Prinsip dan Cara Kerja Dinamo Sepeda Sehingga dapat Menghasilkan Listrik

Advertisement

Seperti yang anda ketahui, sepeda merupakan salah satu alat transportasi yang hingga kini masih banyak digunakan oleh sebagian masyarakat. Lain halnya dengan kendaraan bermotor, sepeda tidak dilengkapi dengan lampu pencahayaan sehingga sulit untuk dikendarai pada malam hari di tempat yang minim cahaya. Untuk mengatasi hal tersebut dipasanglah dinamo pada sepeda untuk menghasilkan energi listrik. Dinamo tersebut merupakan generator berukuran mini yang mampu menghasilkan energi listrik sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan sepeda.

Prinsip dan Cara Kerja Dinamo Sepeda Sehingga dapat Menghasilkan Listrik

Prinsip dan Cara Kerja Dinamo Sepeda Sehingga dapat Menghasilkan Listrik

Dinamo sepeda menghasilkan listrik karena adanya perubahan energi, yaitu dari energi gerak menjadi energi listrik. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan motor listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Dinamo seperti ini pertama kali ditemukan oleh ilmuan yang sangat terkenal di bidang kelistrikan, yaitu Michael Faraday. Dialah ilmuan yang pertama kali berhasil membuktikan bahwa medan magnet mampu menghasilkan energi listrik. Berikut ini adalah penjelasan secara lengkap tentang prinsip dan cara kerja dinamo sepeda sehingga mampu menghasilkan energi listrik.

Prinsip dan Cara Kerja Dinamo Sepeda Sehingga dapat Menghasilkan Listrik

Dinamo sepeda dapat menghasilkan listrik karena adanya penerapan dari Hukum Faraday. Yakni apabila suatu kumparan diputar pada area di sekitar medan magnet sehingga memotong garis-garis gaya magnet, maka pada masing-masing ujung kumparan tersebut akan tercipta GGL.

Dalam sebuah dinamo terdapat kumparan, inti besi, dan magnet tetap. Kumparan tersebut dihubungkan porosnya pada bagian atas dinamo yang menempel dan ikut berputar bersamaan dengan ban sepeda. Jadi, ketika sepeda berjalan, maka kumparan akan berputar yang disekelilingnya terdapat garis-garis gaya magnet (fluks magnetik) sehingga menciptakan GGL.

Energi listrik yang dihasilkan umumnya memiliki tegangan sebesar 6 sampai 12 Volt. Besarnya tegangan dan GGL juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kuat medan magnet, jumlah lilitan, dan kecepatan kumparan berputar.

Berikut ini adalah cara yang dapat diusahakan untuk memperbesar GGL yang dihasilkan oleh dinamo:

  • Memperbanyak jumlah lilitan kumparan
  • Mengganti magnet yang memiliki medan magnet lebih kuat
  • Menambahkan inti besi lunak pada kumparan
  • Mempercepat laju sepeda

Nah itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memperbesar GGL. Semakin besar GGL maka nyala lampu pun akan semakin terang juga. Oleh sebab itu, ketika kita mecoba mengenderai sepeda dengan cepat, maka lampu pun akan semakin terang. Dan ketika kita memperlambat laju sepeda maka nyala lampunya akan semakin redup.

Perlu anda ketahui bahwa energi listrik yang dihasilkan oleh dinamo sepeda sifatnya hanyalah sementara. Listrik hanya akan muncul ketika kumparan berputar. Dan ketika kumparan berhenti berputar, maka energi listrik pun hilang karena kumparan berhenti memotong garis-garis gaya magnet.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai prinsip kerja dinamo pada sepeda. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa anda jadikan sebagai bahan refrensi belajar.

 

Advertisement
Prinsip dan Cara Kerja Dinamo Sepeda Sehingga dapat Menghasilkan Listrik | yoppisandi | 4.5

Leave a Reply