Perbedaan listrik statis dan dinamis
Perbedaan listrik statis dan dinamis

Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis

Diposting pada

Seperti yang kita ketahui, berdasarkan jenisnya listrik dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu listrik AC dan DC. Saya juga telah menulis ulasan terkait kedua jenis arus tersebut dengan judul artikel Pengertian Arus Listrik AC (bolak-balik) dan DC (searah) Serta Contohnya Secara Lengkap. Bagi Anda yang ingin tahu, silahkan klik link tersebut.

Perbedaan listrik statis dan dinamis
Perbedaan listrik statis dan dinamis

Nah, sedangkan pada kesempatan kali tekniklistrik.com akan mengulas tentang perbedaan listrik berdasarkan sifatnya, yaitu listrik statis dengan listrik dinamis. Apa saja yang akan diulas pada artikel ini? Antara lain pengertiannya, contohnya, dan perbedaan diantara keduanya. Yuk, langsung saja kita bahas mengenai perbedaan antara listrik statis dan dinamis berikut.

Perbedaan Listrik Statis dan Dinamis beserta Contohnya

Sebelum membahas perbedaan di antara kedua listrik ini, sebaiknya kita bahas dulu pengertian masing-masingnya. Nah, berikut adalah pengertian listrik statis dan dinamis.

Pengertian Listrik Statis

Listrik statis adalah energi listrik yang muncul karena adanya gesekan antara dua buah benda yang memiliki muatan berbeda. Seperti yang kita ketahui, jenis-jenis muatan listrik terbagi menjadi 2 yaitu positif dan negatif. Gejala listrik statis akan muncul ketika benda A yang memiliki muatan proton (+) dengan benda B yang memiliki muatan elektron (-). Listrik ini bukan berasal dari sumber pembangkit listrik dan pelepasan muatan listriknya terjadi dalam waktu singkat. Listrik statis juga merupakan energi listrik yang sifatnya tetap di suatu tempat, maksudnya tidak dapa mengalir atau dialirkan pada suatu rangkaian listrik. Oleh sebab itu, listrik statis tidak dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk menyalakan peralatan elektronik.

Pengertian Listrik Dinamis

Listrik dinamis adalah energi listrik yang dapat mengalir pada suatu rangkaian listrik, dari tempat yang berpotensial tinggi menuju ke tempat yang potensialnya rendah. Atau dari kutub positif menuju kutub negatif. Listrik dinamis berasal dari suatu sumber atau pembangkit listrik dan pelepasan muatannya dapat diatur secara kontinyu dalam perhitungan waktu tertentu. Di dalam listrik dinamis terdapat beberapa besaran listrik seperti tegangan listrik, arus listrik, dan hambatan listrik. Yang mana semua besaran tersebut bisa kita ukur dengan sebuah alat bernama multitester. Beberapa waktu yang lalu, saya juga sudah menulis artikel tentang bagaimana cara menggunakan multitester yang baik dan benar.

Contoh Listrik Statis

Pernahkan Anda melihat fenomena terjadi petir ketika hujan? Petir mengandung energi listrik yang dihasilkan karena adanya pergerakan awan secara terus menerus. Ketika terdapat dua buah awan yang saling mendekat, maka terjadilah gesekan antara dua lempengan tersebut, sehingga terjadilah listrik statis. Selain itu, petir ini juga bisa terjadi ketika lempengan awan bermuatan positif bergesekan dengan lempengan bumi yang memiliki muaan negatif.

Contoh gejala listrik statis adalah ketika Anda menggosokan penggaris di dalam buku lalu menempelkan penggaris tersebut ke serpihan kertas, maka serpihan kertas kecil tersebut akan menempel pada penggaris. Percobaan lainnya bisa dengan menggosokan balon udara dengan rambut lalu menempelkannya pada serpihan kertas, maka kertas tersebut akan menempel pada balon, namun dalam waktu yang juga singkat.

Contoh Listrik Dinamis

Sedangkan contoh listrik dinamis adalah listrik yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehati-hari, baik listrik AC ataupun listrik DC. Listrik dinamis merupakan listrik yang bergerak secara terus menerus dan digunakan untuk menghidupkan berbagai peralatan elektronik rumah tangga. Beberapa contoh sumber listrik dinamis antara lain generator (genset), baterai, dan akumulator. Berbicara tentang akumulator, Anda bisa memhami prinsip kerjanya di artikel berjudul Penjelasan Secara Lengkap Tentang Pengisian dan Pengosongan Akumulator.

Listrik dinamis akan mengalir ketika sudah dihubungkan dengan beban. Contohnya menghubungkan sebuah lampu LED dengan baterai. Maka pada rangkaian tersebut, arus listrik akan mengalir dari kutub positif menuju beban lalu kembali ke baterai melalui kutub negatif, hal ini menyebabkan lampu LED menyala. Contoh lainnya adalah ketika kita menghubungkan alat elektronik seperti televisi, kulkas atau mesin air pada stop kontak.

Perbedaan Antara Listrik Statis dan Dinamis

Nah, berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara listrik statis dan dinamis adalah sebagai berikut.

  1. Listrik statis dapat dihasilkan dari dua buah benda yang saling bergesekan, sedangkan listrik dinamis dihasilkan melalui suatu suber tegangan atau pembangkit listrik.
  2. Listrik statis sifatnya diam di tempat dan tidak dapat mengalir pada suatu rangkaian listrik, sedangkan listrik dinamis selalu mengalir dalam rangkaian tertutup karena adanya beda potensial.
  3. Muatan pada listrik statis lepas dalam waktu singkat atau sesaat, sedangkan muatan listrik dinamis dapat diatur pelepasannya secara berkelanjutan dengan waktu tertentu.
  4. Listrik statis sulit untuk diketahui atau diukur tegangan, arus, dan daya listriknya. Sedangkan listrik dinamis memiliki arus, tegangan, hambatan, dan daya yang dapat diukur menggunakan alat ukur.

Demikianlah ulasan kali ini tentang perbedaan listrik statis dan dinamis, semoga bermanfaat dan jika ada yang kurang jelas silahkan tulis pertanyaan Anda pada kolom komentar di bawah ini ya.

 

 

 

 

Gambar Gravatar
Seorang penuntut ilmu di bidang ketenagalistrikan yang suka membagikan ilmunya di website ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.