Perbedaan Antara Multimeter Analog dan Digital serta Cara Menggunakannya

Teknik Listrik – Perbedaan Antara Multimeter Analog dan Digital serta Cara Menggunakannya Multimeter merupakan alat ukur yang dapat kita gunakan untuk mengukur tiga jenis besaran listrik yaitu arus, tegangan, dan hambatan listrik. Berbagai multimeter dengan berbagai merk telah tersedia di pasaran.

Perbedaan antara multimeter analog dan digital serta cara menggunakannya

Perbedaan antara multimeter analog dan digital serta cara menggunakannya

Harga dan spesifikasi yang ditawarkannya pun cukup beragam, jadi jika anda ingin membelinya, tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan.

Baca juga: Macam-Macam Alat Ukur Listrik Bolak-Balik (AC) Beserta Penejelasan Dan Cara kerjanya

Meski memiliki merk dagang yang cukup banyak, multimeter secara umum dibedakan menjadi 2 jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Ada beberapa perbedaan yang terdapat di antara keduanya, baik itu perbedaan yang mencolok maupun tidak mencolok. Di artikel kali ini kami akan berikan informasinya kepada anda semua tentang perbedaan antara multimeter analog dan digital serta cara menggunakannya. Nah berikut adalah ulasan selengkapnya.

Perbedaan Antara Multimeter Analog dan Digital serta Cara Menggunakannya

1. Multimeter Analog

Multimeter analog merupakan alat ukur yang bekerja dengan menggunakan teknologi analog. Jadi ketika anda sedang mengukur suatu besaran listrik, maka cara mengetahui nilainya adalah dengan melihat angka yang ditunjuk oleh jarum. Setelah itu anda sesuaikan dengan skala yang sebelumnya dipilih pada selector switch.

Baca juga: Bagian-bagian Multimeter Analog Beserta Fungsinya Secara lengkap

Kelebihan:

Kelebihan dari multimeter analog adalah dapat digunakan untuk mengetahui suatu komponen listrik apakah sudah mengalami kerusakan ataupun belum. Selain itu mltimeter analog juga memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan multimeter digital.

Kekurangan

Kekurangan dari multimeter analog adalah kurang efisien ketika digunakan. Dalam membaca nilai besarannya harus menggunakan rumus tertentu berdasarkan skala yang sebelumnya dipilih. Kekurangan lain dari multimeter jenis ini yaitu mudah mengalami kerusakan pada bagian jarumnya (spul). Hal ini bisa terjadi jika anda memilih skala yang lebih kecil dari besaran listrik yang diukur.

2. Multimeter Digital

Sesuai dengan namanya, multimeter ini telah disematkan dengan teknologi digital. Hal ini terlihat dari adanya layar LCD yang mampu menampilkan nilai dari besaran listrik yang sedang diukur. Pengukuran pada multimeter ini ditampilkan oleh ADC (pengubah analog menjadi digital). Jadi ketika mengukur besaran listrik, anda cukup dengan melihat angka yang ditunjuk pada layar LCD multimeter digital.

Kelebihan

Kelebihan dari multimeter digital adalah mudah digunakan dan lebih efisien karena nilai yang diukur akan langsung muncul pada layar LCD dalam bentuk nominal (angka). Selain itu, nilai yang diukur juga memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, karena kemungkinan kesalahan dalam pembacaan sangat kecil.

Kekurangan

Kekurangan dari multimeter digital ialah sulit digunakan untuk mengukur kerusakan pada berbagai komponen elektronika seperti transistor, elco, dan lain-lain. Multimeter ini juga memiliki harga jual yang cukup mahal jika dibandingkan dengan multimeter jenis analog.

Cara Menggunakan Multimeter Analog dan Digital

Cara menggunakan multimeter analog dan digital pada dasarnya hampir sama. Pertama anda memilih skala batas ukur, pastikan bahwa batas ukur yang anda pilih lebih besar dari besaran yang akan diukur. Lalu tempelkan masing-masing probe multimeter pada komponen atau penghantar yang akan diukur, dan yang terakhir tinggal membaca hasil pengukurannya. Sedikit perbedaan antara kedua multimeter ini bisa ditemui pada saat ingin mengukur besaran berupa hambatan listrik

Jika anda ingin mengukur hambatan dengan multimeter analog, maka terlebih dahulu harus memposisikan jarum agar berada di posisi sebelah kana multimeter. Caranya adalah dengan menempelkan antara probe merah (+) dengan probe hitam (-) multimeter. Setelah itu pastikan bahwa jarum tepat menunjuk angka nol, jika belum tepat maka perlu ditur dengan cara memutar ohm adjustment. Setelah itu pilih pengali dan ukur tahanan dengan menempelkan probe hitam dan merah pada kedua kaki resistor.

Sementara itu, jika menggunakan multimeter digital, maka caranya akan lebih mudah. Anda hanya perlu menyiapkan resistor yang akan diukur nilai tahanannya, pilih pengali, lalu tempelkan masing-masing probe pada kaki resistor. Untuk membaca nilai hasil pengukurannya, cukup dengan melihat angka yang muncul pada layar LCD.

Demikianlah pembahasan kita kali ini tentang perbedaan antara multimeter analog dan digital serta cara menggunakannya. Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini anda menjadi tahu lebih jelas antara kedua jenis multimeter tersebut serta mampu menggunakan keduanya dengan baik seperti yang sudah dijelaskan.

 

No Responses

  1. Google Juli 22, 2017 Reply

Leave a Reply