Penjelasan Secara Lengkap Tentang Pengisian dan Pengosongan Akumulator

Kali ini kami akan memberikan penjelasan secara lengkap tentang pengisian dan pengosongan akumulator. Akumulator atau aki merupakan salah satu contoh dari elemen sekunder, yaitu jenis elemen yang apabila muatannya habis, maka dapat diisi kembali. Jika dilihat sejarahnya, akumulator yang saat ini sering kita gunakan merupakan hasil penemuan dari Alessandro Volta pada tahun 1800. Saat itu ia mencoba mencelupkan dua batang logam yang jenisnya berbeda pada larutan elektrolit. Penemuan tersebut dikenal dengan nama elemen volta.

Penjelasan Secara Lengkap Tentang Pengisian dan Pengosongan Akumulator

Penjelasan Secara Lengkap Tentang Pengisian dan Pengosongan Akumulator

Umumnya aki digunakan pada kendaraan bermotor seperti mobil ataupun sepeda motor yang difungsikan sebagai penyuplai listrik untuk lampu dan starter. Aki merupakan baterai yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia.

Berikut ini adalah bagian-bagian akumulator :

  • Anode (kutub positif), menggunakan timbal dioksida (PbO2)
  • Katode (Kutub negatif), menggunakan timbal murni (Pb)
  • Larutan Elektrolit, menggunakan asam sulfat (H2SO4) yang memiliki kepekatan kurang lebih 30%

Pada artikel ini, kami akan menjelaskan kepada anda tentang pengisian serta pengosongan akumulator (aki). Yang dimaksud dengan pengisian akumulator adalah proses konversi energi dari listrik menjadi kimia sedangkan pengosongan akumulator adalah sebaliknya. Nah, bagaimanakah prosesnya?

Penjelasan Secara Lengkap Tentang Pengisian dan Pengosongan Akumulator

1. Pengosngan Akumulator

Pengosongan akumulator merupakan proses pemakaian. Pada proses ini terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik. Anode yang merupakan kutub positif aki secara perlahan mengalami perubahan dari yang awalnya timbal dioksida (PbO2) menjadi timbal sulfat (PbSO4). Begitu juga pada katode, dari timbal murni (Pb) menjadi timbal sulfat (PbSO4). Selain itu, pengosongan atau pemakaian akumulator juga memengaruhi tingkat kepekatan cairan elektrolit. Hal itu dikarenakan pada saat pemakaian, pada larutan terbentuk air (H2O).

Berikut adalah proses kimia saat pengosongan akumulator :

  • Anode                      : PbO2  +  2H+  +  2e  +  H2SO4  –>  PbSO4 + 2H2O
  • Katode                     : Pb + SO4 2  –>  PbSO4
  • Larutan elektrolit  : H2SO4  –>  2H+  +  SO4 2–

Bisa anda lihat bahwa anode dan katode mengalami perubahan dan pada akhirnya sama-sama menjadi timbal sulfat (PbSO4). Hal ini membuat tidak adanya beda potensial sehingga arus listrik pun tidak bisa mengalir. Pada kondisi ini, aki dikatakan habis karena tidak dapat menghasilkan litrik. Supaya dapat menghasilkan listrik kembali, maka perlu dilakukan pengisian ulang pada akumulator.

2. Pengisian Akumulator

Berbeda dengan proses pengosongan, pada saat pengisian akumulator terjadi perubahan dari energi kimia menjadi energi listrik. Cara mengisi akumulator adalah dengan memberikan tegangan pada masing-masing elektroda aki. Pemberian tegangannya pun harus tegangan DC dan memiliki nilai yang lebih besar dari tegangan aki itu sendiri. Misalnya anda ingin mengisi aki 12 Volt, maka tegangan yang diberikan harus sedikit lebih besar dari 12 Volt. Ketika mengisi akumulator, sebaiknya gunakan arus yang kecil. Meski prosesnya akan menjadi lebih lama, hal ini akan berdampak baik terhadap usia akumulator. Untuk mengatur besarnya arus pada saat pengisian aki, anda bisa menggunakan reostat.

Sama seperti proses pengosongan, pada saat pengisian juga terjadi reaksi kimia yang mengubah senyawa pada akumulator tersebut. Selain itu, pada larutan elektrolit juga terjadi penguapan secara perlahan sehingga menyebabkan asam sulfat menjadi kental. Oleh sebab itu, pada saat pengisian akumulator, anda perlu menambahkan air murni (H2O) secukupnya.

Berikut adalah reaksi kimia pada saat porses pengisian akumulator :

  • Anode                       :  PbSO4  +  SO4 2–  +  2H2O  –>  PbO2 + 2H2SO4
  • Katode                      : PbSO4  +  2H+  –>   Pb + H2SO4
  • Larutan Elektrolit  : H2SO4  –>  2H+  +  SO4 2–

Demikianlah pembahasan kali ini tentang pengisian dan pengosongan akumulator. Mudah-mudahan informasi yang kami berikan kali ini dapat memberikan manfaat untuk anda. Terimakasih.

 

Leave a Reply