Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Kontaktor Magnet Lengkap
Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Kontaktor Magnet Lengkap

Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Kontaktor Magnet Lengkap

Diposting pada

Teknik ListrikPengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Kontaktor Magnet Lengkap – Kontaktor magnet adalah komponen instalasi listrik yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus listrik dengan menggunakan daya minimal. Kontaktor magnet juga merupakan komponen instalasi motor listrik 3 phase. Pada umumnya, kontaktor magnet terdiri dari 3 pole kontak utama dan beberapa kontak bantu. Komponen utama yang ada dalam kontaktor magnet adalah koil atau kumparan. Fungsi dari koil adalah untuk menghasilkan magnet guna menarik kontak utama sehingga terhubung pada masing-masing polenya. Kontaktor magnet ada banyak sekali jenisnya dan dapat digunakan pada tegangan maksimal 690 Volt.

Pengertian Fungsi dan Cara Kerja Kontaktor Magnet Lengkap

Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Kontaktor Magnet Lengkap
Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Kontaktor Magnet Lengkap

Pengertian Kontaktor Magnet

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kontaktor magnet adalah komponen listrik yang berfungsi untuk merupakan komponen yang berfungsi untuk memutus dan menghubungan arus listrik AC. Komponen ini dapat ditemui pada panel kontrol listrik. Pada panel tersebut, kontaktor magnet digunakan sebagai saklar transfer, selektor, dan interlock pada sistem ATS. Berikut ini adalah gambar macam-macam kontaktor magnet.

Hasil gambar untuk macam macam kontaktor magnet
macam macam kontaktor magnet

Prinsip Kerja Kontaktor Magnet

Dalam sebuat kontaktor magnet terdapat koil (kumparan), beberapa kontak Normally Open (NO) dan beberapa kontak Normally Close (NC). Ketika komponen ini sedang dalam keadaan normal, kontak NO akan tidak terbuka sedangkan NC terhubung. Sebaliknya, ketika kontaktor magnet bekerja, kontak NO akan terhubung dan kontak NC akan terbuka. Selain itu ada juga koil, yaitu lilitan yang ketika kontaktor bekerja, akan terjadi magnetisasi sehingga akan menarik kontak-kontak dalam kontaktor magnet. Alat ini merupakan bentuk saklar otomatis yang bekerja dengan prinsip elektromagnet untuk membuka ataupun menutup rangkaian. Berikut adalah gambar skema yang ada dalam sebuah kontaktor magnet.

Hasil gambar untuk gambar skema kontaktor magnet

Seperti yang sudah dijelaskan dalam uraian di atas, kontaktor magnet termasuk ke dalam jenis saklar yang digerakan secara magnetik. Ketika kumparan A1 diberi tegangan listrik, maka maka kumparan tersebut akan berubah menjadi magnet sehingga akan menarik kontak-kontak pada kontaktor magnet. Tegangan yang digunakan adalah tegangan bolak-balik (AC), namun ada juga kontaktor magnet yang menggunakan tegangan searah (DC), tergantung dari jenisnya. Selain itu, ada juga kontaktor magnet yang dirancang dengan menggunakan kumparan arus (bukan tegangan). Namun dari segi produksi, kontaktor yang menggunakan kumparan tegangan lebih disukai karena besar tegangannya sudah dinormalisasikan.

Bagian-Bagian Kontaktor Magnet dan Penjelasannya

Kontaktor magnet memiliki beberapa bagian seperti berikut.

  1. Kontak Utama
    Kontak utama pada kontaktor magnet diberi nomor 1, 3, 5 yang biasanya dihubungkan langsung dengan sumber listrik 3 phase R, S, T. Sedangkan kontak 2, 4, 6 yang berada di bawahnya dihubungkan dengan beban berupa motor listrik 3 phase melalui terminalnya yaitu U, V, W.
  1. Kontak Bantu
    Di samping kontak utama terdapat kontak bantu yang memiliki konstruksi lebih tipis karena dirancang hanya untuk digunakan sebagai pengontrolan saja. Sehingga arus listrik yang digunakan relatif lebih kecil.
  1. Koil
    Koil adalah bagian kontaktor magnet yang akan berubah menjadi magnet ketika dialiri oleh arus listrik. Magnet inilah yang berfungsi untuk menarik kontak bantu maupun kontak utama pada kontaktor magnet.

Cara mengingat kontak utama, kontak bantu, kontak NO, dan kontak NC pada kontaktor magnet tidaklah sulit. Perhatikanlah gambar berikut ini.

Hasil gambar untuk bagian bagian kontaktor magnet akhdanazizan.com

Kontak yang dilingkari pada gambar di atas merupakan kontak NO. Kontak jenis ini selalu diakhiri dengan akhiran 3 seperti 13, 23, 33, dan 43. Sedangkan kontak NC pada gambar di atas diberi tanda berupa lingkaran merah dan selalu diakhiri dengan angka 1 seperti 21, 31, dan 41. Sementara itu, untuk mengetahui kontak utama caranya sangatlah mudah karena kontak yang terdiri dari 3 buah ini terletak di tengah-tengah komponen dengan notasi angka 1, 3, 5 di bagian input dan 2, 4, 6 pada bagian outputnya.

Jenis-Jenis Kontaktor Magnet Berdasarkan Daya yang Digunakan

Di Pasaran, secara umum terdapat 2 jenis kontaktor magnet yang digunakan untuk mengontrol tegangan listrik bolak-balik (AC), yaitu kontaktor 1 phase dan kontaktor 3 phase. Berikut adalah penjelasannya.

  • Kontaktor Magnet 1 Phase
    Kontaktor magnet 1 phase digunakan untuk mengendalikan arus listrik 1 phase. Di dalamnya terdapapat 2 kontak utama.
  • Kontaktor Magnet 3 Phase
    Sedangkan kontaktor magnet 3 phase digunakan untuk mengontrol arus listrik AC 3 phase dan di dalamnya terdapat 3 kontak utama.

Macam-Macam Aplikasi dan Penggunaan Kontaktor Magnet

  1. Kontrol Lightning
    Kontaktor magnet merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam memutus dan menghubungkan arus listrik pada kontrol lightning berdaya besar. Misalnya konser musik dan sistem penerangan stadion olah raga.
  2. Kontrol Motor Listrik
    Motor listrik 3 phase yang banyak digunakan dalam dunia industri biasanya menggunakan kontaktor magnet sebagai komponen penghubung ataupun pemutus arus listriknya. Penggunaannya misalnya pada conveyor berjalan pada saat pengemasan produk seperti mie, minuman, dan lain-lain.
  3. Transfer Switch
    Salah satu bagian dalam sistem ATS adalah transfer switch. Pemilihan kontaktor pada bagian ini adalah karena kontaktor magnet memiliki kapasitas kontrol daya yang besar dan cepat.
  4. Pada Penerangan Arus Besar
    Penerangan yang menggunakan arus dan tegangan besar juga menggunakan kontaktor magnet sebagai saklarnya.

Kelebihan dan Kekuarangan Kontaktor Magnet

Kelebihan Kontaktor Magnet

  • Jika kita menggunakan kontaktor magnet maka arus listrik yang dibutuhkan dalam pengendalian motor menjadi lebih kecil. Sebab, arus besar yang dibutuhkan oleh motor langsung ditangani oleh kontaktor magnet.
  • Kontaktor dapat dengan mudah dikendalikan oleh peralatan elektronik lain seperti timer, sensor, koputer, dan lain-lain.
  • Perawatan untuk kontaktor magnet akibat bunga api listrik menjadi lebih sedikit dilakukan dibandingkan jika menggunakan saklar manual biasa.
  • Untuk pengendalian motor dapat dilakukan dan ditempatkan dari jarak yang cukup jauh dan tidak harus menggunakan kabel besar.
  • Lebih murah jika dibandingkan dengan saklar yang memiliki spesifikasi arus maksimum yang sama.

Kekurangan Kontaktor Magnet

  • Harganya cukup mahal
  • Perawatan cukup sulit karena jika saklar putus ketika kontaktor sedang dalam keadaan bekerja, maka kontaktor akan langsung lepas dengan sendirinya.

Tempat Membeli Kontaktor Magnet dan Harga Kontaktor Magnet

Kontaktor magnet dapat dengan mudah dibeli di toko peralatan listrik terdekat karena sudah cukup banyak yang menjualnya. Selain itu, bisa juga membelinya di berbagai marketplace lokal maupun internasional seperti Bukalapak, Tokopedia, hingga Amazon dan Ebay. Sementara itu, harga kontaktor magnet cukup bervariasi tergantung spesifikasi dan merknya, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Kontaktor magnet merk Scheider adalah salah satu yang paling diminati karena memiliki kualitas yang sangat baik di kelasnya.

Nah, demikianah informasi yang dapat saya sampaikan kali ini mengenai kontak pengertian, fungsi, dan cara kerja kontaktor magnet lengkap, semoga bermanfaat untuk para pembaca semua.

 

 

Gambar Gravatar
Seorang penuntut ilmu di bidang ketenagalistrikan yang suka membagikan ilmunya di website ini