Pengertian dan Prinsip Kerja Thermal Overload Relay
Pengertian dan Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Pengertian dan Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Diposting pada

Teknik ListrikPengertian dan Prinsip Kerja Thermal Overload Relay – Thermal Overload Relay (TOR) merupakan komponen yang cukup sering digunakan dalam instalasi pengontrolan motor listrik. Yaitu motor listrik 3 phase dan motor listrik 1 phase. Alat ini berfungsi untuk memproteksi rangkaian kendali dan tenaga motor listrik ketika terjadi beban lebih yang melebihi batas pada TOR tersebut. Pada artikel ini, saya akan memberikan penjelasan kepada Anda mengenai pengertian dan prinsip kerja thermal overload relay (TOR). Berikut adalah ulasannya.

Pengertian dan Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Pengertian dan Prinsip Kerja Thermal Overload Relay
Pengertian dan Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Pengertian Thermal Overload Relay (TOR)

Thermal Overload Relay adalah alat pengaman beban lebih yang digunakan pada rangkaian instalasi motor listrik. Ketika beban lebih terjadi maka TOR secara otomatis akan memutus arus listrik sehingga rangkaian akan langsung berhenti bekerja. TOR biasanya dipasang langsung pada kontaktor magnet sehingga mudah ketika melakukan pemasangan jumper atau kabel penghubungnya.

Bagian-Bagian Thermal Overload Relay

Sebelum membahas tentang prinsip dan cara kerja TOR, sebaiknya saya jelaskan terlebih dahulu mengenai bagian-bagian dari komponen ini. Nah, berikut adalah bagian-bagian thermal overload relay.

Bagian-bagian Thermal Overload Relay
Bagian-bagian Thermal Overload Relay
  • Reset Button, yaitu tombol tekan yang berfungsi untuk mereset TOR setelah terjadi trip.
  • Trip Indication Light, adalah bagian yang berfungsi untuk memberikan tanda indikator berupa lampu kettika sedang terjadi trip pada rangkaian.
  • Manual Test, adalah untuk menguji kinerja TOR. Jika manual test ditekan, maka TOR akan langsung mengalami trip.
  • Ampere Setting Range, adalah batas ukur yang berfungsi untuk memberikan batasan arus yang mengalir pada TOR.
  • Manual or Automatic Reset, adalah pilihan yang bisa dipilih oleh penggunanya. Apakah ingin TOR langsung melakukan reset otomatis atau reset manual ketika terjadi trip.

Selain bagian-bagian tersebut, di thermal overload relay juga terdapat kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama memiliki 3 terminal input (L1, L2, L3) dan 3 terminal output (T1, T2, T3) yang berfungsi untuk menghubungkan sumber listrik 3 phase ke masing-masing terminal motor listrik. Sementara itu, kontak bantu pada TOR berjumlah 2 buah yang masing-masing berjenis NC (Normally Close) dan NO (Normally Open). Kontak NC diberi angka 95 – 96 sedangkan kontak NO diberi angka 97 – 98 yang masing-masing kontak tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Prinsip Kerja Thermal Overload Relay

Thermal overload relay memiliki fungsi untuk memutus rangkaian ketika terjadi panas berlebih akibat adanya beban lebih. Supaya TOR dapat bekerja untuk mengamankan motor listrik dari beban lebih, maka TOR harus disetting agar tidak terlalu jauh melebihi arus listrik yang digunakan oleh motor. Sebab, jika pengaturan arusnya terlalu jauh, maka TOR tidak bisa mengamankan motor listrik secara maksimal. Namun jika pengaturan arusnya sama atau malah berada di bawah arus yang digunakan motor listrik, maka nantinya komponen ini menjadi terlalu sensitif dalam melakukan trip. Untuk mengetahui tentang cara kerja TOR, perhatikanlah gambar thermal overload relay pada wiring diagram instalasi motor listrik berikut ini.

Hasil gambar untuk gambar cara kerja TOR

Saya akan menjelaskan tentang gambar wiring diagram di atas. Jadi, ketika tombol START ditekan, maka kontaktor magnet akan hidup dan menyebabkan motor listrik berputar. Lalu terjadi beban lebih pada motor sehingga menyebabkan penghantar menjadi panas. Ketika panas ini terjadi, maka bimetal yang ada dalam TOR akan melengkung dan terlepas sehingga dari yang tadinya kontak tersebut bersifat NO, kini menjadi NC. Akibatnya, rangkaian listrik akan terputus dan motor listrik selamat dari kerusakan karena beban lebih.

Cara Setting Thermal Overload Relay

Cara setting overload pada motor listrik 3 phase tidaklah sulit jika tahu caranya. Cara termudah untuk menghitungnya dapat menggunakan rumus beriku.

Setting trip TOR = I nominal x 110 – 120%

Pada motor listrik biasanya terdapat name plate yang memberikan informasi tentang besarnya arus nominal. Jadi tidak perlu bingung untuk menentukannya. Namun bagaimanakah jika name plate motor listrik sudah pudar sehingga sulit untuk membacanya? Caranya pun mudah, Anda bisa menggunakan bantuan tang ampere sehingga bisa mengetahui berapa arus listriknya. Bagi yang belum tahu tentang cara menggunakan tang ampere, silahkan baca artikel berikut.

Baca : Cara Mengukur Arus AC Menggunakan Tang Ampere

Setelah diketahui berapa besarnya arus nominal, langkah berikutnya sebagai cara setting overload pada motor adalah dengan melakukan perhitungan berdasarkan rumus di atas. Misalnya, berdasarkan pengukuran menggunakan tang ampere, besar arus listrik AC yang terukur adalah sebesar 3,4 Ampere. Maka 3,4 A x 120% = 4,1 Ampere. Jadi, silahkan cari TOR yang memiliki spesifikasi yang dapat diatur ke dalam settingan 4,1 Ampere.

Demikianlah informasi singkat yang dapat saya sampaikan kali ini. Di blog Teknik Listrik ini saya akan terus berusaha menyajikan info dan ulasan yang semoga berguna untuk pembaca semua. Itulah pengertian dan prinsip kerja Thermal Overload Relay, semoga bermanfaat.

Gambar Gravatar
Seorang penuntut ilmu di bidang ketenagalistrikan yang suka membagikan ilmunya di website ini