Pengertian Arus Listrik AC (bolak-balik) dan DC (searah) Serta Contohnya Secara Lengkap

Litsrik merupakan salah satu jenis energi yang paling banyak digunakan sampai saat ini. Penggunaan energi listrik pun bisa dengan mudah anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pada saat menonton TV, menyetrika baju, menghidupkan lampu, dan masih banyak lagi. Arus listrik terdiri atas 2 jenis, yaitu arus listrik bolak-balik (AC) dan arus listrik searah (DC). Untuk mengetahui lebih dalam mengenai dua jenis arus ini, berikut adalah penjelasannya.

Pengertian Arus Listrik AC (bolak-balik) dan DC (searah) Serta Contohnya Secara Lengkap

Pengertian Arus Listrik AC (bolak-balik) dan DC (searah) Serta Contohnya Secara Lengkap

Arus Listrik AC (Bolak-balik)

Seperti namanya, arus listrik AC (Alternating Current) merupakan jenis arus yang tidak mengalir secara searah. Melainkan bolak-balik. Tokoh yang menemukan arus listrik AC ialah Nicola Tesla, yang merupakan ilmuwan, fisikawan, dan teknisi listrik berkebangsaan Serbia-Amerika. Arus AC memiliki nilai dan arah yang selalu berubah-ubah dan akan membentuk suatu gelombang yang bernama gelombang sinusoida. Pada arus listrik AC, dikenal yang namanya frekuensi. Yang mana besarnya frekuensi ini berbeda-beda di setiap negara. Di Indonesia, arus listrik AC yang ditetapkan oleh PLN memiliki frekuensi sebesar 50 Hertz. Sedangkan tegangan standar untuk arus bolak-bali 1 fasa di Indonesia adalah 220 Volt. Contoh penggunaan dari arus listrik AC pun sangat banyak. Anda bisa dengan mudah menjumpainya dimana-mana. Hampir semua alat-alat yang ada di rumah anda menggunakan arus listrik AC.

Arus Listrik DC (Searah)

Arus Listrik DC (Dirrect Current) merupakan arus yang mengalir secara searah. Ilmuwan yang menemukan jenis arus listrik ini ialah Thomas Alva Edison yang merupakan seorang penemu dan pengusaha berkebangsaan Amerika. Awalnya arus DC dikira mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif. Namun kini banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa sebenarnya arus listrik DC mengalir dari Kutub negati ke kutub positif. Aliran inilah yang menyebabkan terjadinya lubang-lubang bermuatan positif yang membuatnya seperti terlihat mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Pada arus DC, tegangan listrik memiliki nilai dan arah yang tetap. Contoh penggunaan dari arus DC dalam kehidupan sehari-hari juga cukup banyak. Seperti pada handphone, laptop, radio, dan komputer. Biasanya, arus listrik DC disimpan dalam bentuk baterai yang umum digunakan pada jam dinding, remot TV, dan lain-lain.

Kaitan Arus Listrik AC dan DC

Meskipun berbeda jenis, kedua jenis arus listrik ini seringkali digunakan untuk melistriki suatu alat secara bersamaan. Misalnya saat mencharge handphone. Ketika anda menghubungkan charger ke stop kontak, arus listrik AC yang masuk tidak langsung dihubungkan ke baterai handphone. Melainkan dikonversi terlebih dahulu menjadi arus DC oleh adaptor yang terdapat pada charger handphone. Setelah dikonversi menjadi arus DC, barulah arus tersebut masuk ke dalam baterai handphone.

Itulah penjelasan mengenai arus listrik AC dan DC beserta contoh penggunaannya. Mudah-mudahan bisa anda jadikan refrensi atau ilmu pengetahuan baru yang bermanfaat.

One Response

  1. Lexus Mei 14, 2017 Reply

Leave a Reply