.:[Close][Klik 2x]:.

Jenis-jenis Frekuensi Meter Listrik AC

Frekuensi dapat didefinisikan sebagai banyaknya getaran setiap detik. Sedangkan frekuensi meter merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya frekuensi listrik. Frekuensi meter merupakan salah satau alat ukur listrik, khususnya listrik AC (Alternating Current). Karena frekuensi hanya terdapat pada sumber tegangan listrik AC dan tidak terdapat pada sumber tegangan listrik DC (Dirrect Current).

Apakah listrik AC benar-benar bergetar?

Ya, listrik AC (bolak-balik) memang memiliki getaran. Hal ini bisa anda ketaui pada cahaya lampu yang menggunakan sumber listrik AC. Cahaya lampu yang terang tersebut sebenarnya bergetar atau berkedip dalam jumlah tertentu selama setiap detiknya. Namun kedipan tersebut sangat cepat sehingga sangat sulit bagi mata manusia untuk mengamatinya. Misalnya sutu lampu yang dihubungkan pada sumber tegangan listrik memiliki frekuensi 60 Hertz. Maka berarti lampu tersebut berkedip sebanyak 60 kali per detik.

Dengan menggunakan frekuensi meter, anda bisa mengetahui besarnya frekuensi. Ada beberapa jenis atau tipe frekuensi meter yang dapat anda jumpai di pasaran. Apa sajakah tipe-tipe frekuensi meter tersebut? berikut ini di antaranya:

Jenis-jenis Frekuensi Meter Listrik AC

  1. Frekuensi Meter Lidah Getar

    Frekuensi meter lidah getar

    Frekuensi meter lidah getar

    Frekuensi meter jenis ini bisa diidentifikasikan dengan mudah. Yaitu terdapatnya lidah getar yang berfungsi untuk menunjukan besarnya frekuensi berdasarkan hasil pengukuran. Jadi ketika anda memasangkan frekuensi meter lidah getar pada suatu sumber tegangan maka lidah getar tersebut akan bergetar. Cara mengetahui besarnya frekuensi ialah dengan melihat lidah getar yang getarannya paling cepat. Jika getarannya yang paling cepat terletah di bawah angka 50 Hertz berarti besarnya frekuensi tersebut adalah 50 Hertz.

  2. Frekuensi Meter Analog

    Frekuensi meter analog

    Frekuensi meter

    Frekuensi meter ini dapat anda cirikan dari adanya jarum yang berguna dalam mengetahui hasil pengukuran. Cara menggunakannya pun sama dengan frekuensi meter jenis lainnya. Yang membedakan hanyalah cara pembacaannya. Jika pada frekuensi meter lidah getar cara memacanya dengan melihat lidah yang getarannya paling cepat. Maka pada frekuensi meter analog, cara membacanya yaitu dengan melihat angka yang ditunjuk oleh jarum penunjuk.

  3. Frekuensi Meter Digital

    frekuensi meter digital

    frekuensi meter digital

    Frekuensi meter digital merupakan terobosan terbaru pada alat ukur frekuensi listrik. Frekuensi meter jenis ini sangatlah mudah untuk digunakan. Karena dalam proses pembacaanya cukup dengan melihat angka yang tertera pada layar frekuensi meter. Namun karena telah menggunakan teknologi terbaru, frekuensi meter digital dijual dengan harga yang relatif mahal.

Dimana frekuensi meter digunakan?

Biasanya frekuensi meter dipasang pada suatu sistem pembangkit listrik. Yang dimaksud pembangkit listrik di sini ialah pembangkit listrik jenis apapun. Seperti pembangit listrik tenaga air, angin, diesel, nuklir, panas bumi, dan pembangkit listrik jenis lainnya.

Itulah beberapa jenis frekuensi meter yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya frekuensi pada suatu sumber tegangan beserta tempat penggunaannya. Mudah-mudahan bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Leave a Reply