Fungsi Trafo Step Up dan Trafo Step Down dalam Sistem Transmisi Listrik AC

Transformator atau yang biasa disebut trafo merupakan salah satu komponen kelistrikan (electrical) yang sangat berguna dalam sistem transmisi tenaga listrik AC. Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini energi listrik yang kita gunakan merupakan hasil dari pembangkit listrik yang umumnya terletak jauh dari rumah kita. Nah, untuk mengirimkan listrik dari pembangkit menuju rumah kita, dibutuhkanlah suatu sistem transmisi tertentu yang salah satu komponen di dalamnya adalah trafo.

Fungsi Trafo Step Up dan Trafo Step Down dalam Sistem Transmisi Listrik AC

Fungsi Trafo Step Up dan Trafo Step Down dalam Sistem Transmisi Listrik AC

Bagaimanakah peran trafo step up dan step down dalam sistem transmisi listrik? Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai fungsi atau peran dari transformator dalam penyaluran listrik AC.

Fungsi Trafo Step Up dan Trafo Step Down dalam Sistem Transmisi Listrik AC

1. Pada Awal Pembangkitan

Ketika energi listrik baru dibangkitkan, listrik yang dihasilkan masih memiliki tegangan yang relatif rendah untuk transmisi jarak jauh. Oleh karena itu, energi listrik dinaikan tegangannya menggunakan trafo step up dari yang awalnya 6.000 volt menjadi 13.000 volt. Dari sistem pembangkit, energi listrik yang dihasilkan kemudian ditransmisikan menuju GITET.

2. Pada GITET 1 (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 1)

Dari pembangkit, energi listrik kemudian disalurkan ke GITET untuk kembali dinaikan tegangannya. Karena listrik akan ditransmisikan ke lokasi-lokasi yang letaknya sangat jauh, bahkan bisa mencapai antar provinsi. Listrik yang tadinya bertegangan 13.000 volt dinaikan tegangannya menjadi 500.000 volt pada GITET 1 menggunakan trafo step up.

3. Pada GITET 2 (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 2)

Pada GITET 2, yang lebih berperan adalah trafo step up. Karena di sini energi listrik diturunkan tegangannya dari 500.000 Volt menjadi 150.000 Volt. Penurunan tegangan dilakukan karena energi listrik akan disalurkan ke gardu induk yang letaknya tidak terlalu jauh, jadi tegangan yang dibutuhkan dalam proses transmisi listrik tidak terlalu besar.

4. Gardu Induk

Pada gardu induk, energi listrik kembali diturunkan tegangannya dengan menggunakan trafo step down. Dari yang awalnya 150.000 Volt diturunkan menjadi 20.000 Volt. Fungsi dari penurunan tegangan dengan trafo step down ini ialah untuk meminimalisir bahaya karena gardu induk akan menyalurkan energi listrik melalui kabel jaringan bertegangan yang letaknya dekat dengan rumah-rumah penduduk.

5. Gardu Distribusi

Gardu distribusi yang dapat dengan mudah dijumpai di lingkunan sekitar rumah kita juga menggunakan trafo step down untuk menurunkan tegangan. Awalnya gardu distribusi menerima energi listrik bertegangan 20.000 Volt. Kemudian energi listrik tersebut diturunkan tegangannya menjadi 220 Volt. Setelah tegangannya turun, barulah listrik tersebut disalurkan atau didistribusikan ke rumah-rumah penduduk.

Itulah fungsi trafo step up dan trafo step down dalam sistem transmisi listrik AC. Peran dari trafo dalam pengiriman energi listrik dari pembangkit menuju rumah kita sangatlah penting. Karena dengan adanya trafo energi listrik dapat dengan mudah dinaikan ataupun diturunkan tegangannya sesuai dengan yang dibutuhkan.

One Response

  1. Mattingly Mei 14, 2017 Reply

Leave a Reply