Cara menggunakan multitester
Cara menggunakan multitester

Cara Menggunakan Multitester

Diposting pada

Multitester atau yang biasa disebut avometer merupakan alat ukur yang menjadi favorit bagi saya ketika melakukan pekerjaan instalasi ataupun reparasi. Tentu saya bukan hanya saya yang suka dengan alat ini karena pastinya banyak juga para praktisi lain yang suka dengan multitester. Alasannya yaitu karena dengan menggunakan alat ini, kita bisa mengukur 3 besaran listrik sekaligus, yaitu tahanan, arus, dan tegangan. Sehingga berbeda dengan alat lain seperti voltmeter atau tang ampere yang hanya bisa mengukur tegangan dan arus listrik saja.

Tapi tunggu dulu, berbicara tentang multitester, apakah Anda sudah tahu bagaimana cara menggunakannya? Jika belum tentu sangat disayangkan, mengingat kepraktisan dan efisiensi yang dimiliki oleh alat ini. Tapi bagi Anda yang belum bisa tidak perlu bingung, karena kali ini saya akan memberikan tutorial cara menggunakan multimeter, baik multimeter analog ataupun digital. Karena keduanya memiliki prinsip kerja yang sama perisis. Bagian-bagian multimeter analog dan digital pun sama, yang membedakan hanya pada tampilan dan bentuknya saja.

Cara Menggunakan Multitester Analog dan Digital

Di artikel ini, saya akan memberikan tutorial penggunaan multimeter untuk mengukur 4 jenis besaran listrik. Yaitu tahanan, tegangan DC, tegangan AC, dan arus. Berikut ini adalah gambar untuk masing-masing pengukuran.

Cara menggunakan multitester untuk mengukur tahanan, tegangan, dan arus listrik
Cara menggunakan multitester untuk mengukur tahanan, tegangan, dan arus listrik

1. Mengukur Tahanan

Yang pertama kita akan coba mengukur tahanan pada resistor dengan gelang warna. Nah, caranya adalah sebagai berikut.

  • Pertama, aturlah selector switch multitester ke bagian Ohm (Ω), dengan simbol khasnya yaitu ‘tapal kuda’.
  • Kedua, pilih skala ukur yang sesuai dengan nilai resistor yang akan diukur. Atau pilih skala Ohm terbesar dahulu.
  • Ketiga, hubungkan kedua probe ke masing-masing kaki resistor. Karena tidak ada polaritas jadi posisinya boleh terbalik.
  • Keempat, baca hasil pengukuran yang tertera pada display multitester digital. Sementara pada multitester digital perlu dilakukan pengalian sesuai denan skala ukur yang tadi kita pilih di langka ke-2.

2. Mengukur Tegangan DC

Berikutnya mari kita belajar mengukur tegangan DC. Anda bisa menggunakan berbagai objek untuk diukur, seperti power supply, baterai, atau akumulator. Nah, cara pengukurannya adalah sebagai berikut.

  • Pertama, atur posisi selector ke DCV (Dirrect Current Volt / Tegangan Arus Searah)
  • Kedua, Pilihlah skala ukur dengan memperkirakan nilai tegangan yang diukur. Misalnya Anda ingin mengukur baterai berkapasitas 6 Volt, maka pilihlah skalar ukur di 12 Volt. Tetapi jika tidak tahu berapa perkiraan tegangannya, pilih saja skala yang paling besar supaya aman.
  • Ketiga, hubungkanlah masing-masing probe ke terminal atau kutub tegangan. Probe merah harus dihubungkan ke terminal positif dan probe hitam ke terminal negatif (tidak boleh terbalik).
  • Keempat, baca hasil pengukuran yang tertera di display multitester.

3. Mengukur Tegangan AC

Pada tutorial ketiga, kita akan belajar mengukur tegangan AC dengan objek berupa stop kontak. Sehingga saya harap Anda melakukannya dengan sangat hati-hati. Nah, cara pengukuranya adalah sebagai berikut.

  • Pertama, atur posisi selector ke bagian ACV (Alternating Current Volt / Tegangan Arus Bolak-balik).
  • Kedua, pilihlah skala ukur sesuai dengan perkiraan tegangan yang hendak diukur. Jika ingin mengukur stop kontak rumah tangga bertegangan 220 Volt, maka atur selector ke posisi skala yang lebih dari 220 Volt, misalnya 300 Volt.
  • Ketiga, Hubungkan kedua probe multitester ke masing-masing lubang stop kontak. Karena ini merupakan arus bolak-balik, jadi penempatannya boleh terbalik.
  • Keempat, baca hasil pengukuran yang telah dilakukan pada layar multitester.

4. Mengukur Arus DC

Nah, tutorial keempat ini kita akan coba mengukur arus DC. Objek yang bisa dipakai adalah power supply yang telah terhubung dengan beban. Karena jika hanya power supply saja, tentu tidak ada arus mengalir yang bisa kita ukur. Caranya mengukurnya yaitu sebagai berikut.

  • Pertama, atur posisi selector ke DCA (Dirrect Current Ampere / Arus Listrik Searah)
  • Kedua, pilihlah skala ukur sesuai perkiraan arus yang akan terukur. Ingat, pemilihan skala harus lebih besar dari perkiraan nilai yang ingin diukur. Misalnya ingin mengukur arus 100 mA, maka pilihlah skala 300 mA atau 0,3 A pada multitester.
  • Ketiga, hubungkan probe multitester ke jalur kabel positif antara catu daya dengan beban. Arus listrik mengalir dari output catu daya menuju input beban sehingga probe merah dihubungkan ke catu daya dan probe hitam ke beban.
  • Keempat, baca hasil pengukuran pada display multimeter.

Nah, demikianlah ulasan artikel kali ini tentang cara menggunakan multitester, semoga bermanfaat dan jika ada yang ingin ditanyakan silahkan komentar pada kolom di bawah. Sampai jumpa pada artikel berikutnya!

 

 

 

Gambar Gravatar
Seorang penuntut ilmu di bidang ketenagalistrikan yang suka membagikan ilmunya di website ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.