Cara Membuat Pembangkit Listrik dari Dinamo

Pembangkit listrik haruslah memiliki tegangan yang besar apabila ingin menghasilkan energi listrik yang besar dan menyeluruh atau merata. Jika kamu penasaran, kamu bisa mencoba membuat pembangkit listrik dari bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar kamu.
Kamu bisa menggunakan bahan dasar yaitu dinamo dengan tegangan kecil untuk mencoba berlatih membuat pembangkit listrik. Karena dinamo yang digunakan memiliki tegangan yang kecil, maka energi listriknya pun juga kecil.
Apabila kamu ingin mencoba membuat pembangkit listrik sederhana yang tentunya menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan mudah untuk didapatkan, berikut merupakan teknik-teknik yang bisa kamu gunakan.
Bahan-bahan yang perlu kamu siapkan sebagai berikut:
  1. Kayu berbentuk papan persegi panjang.
  2. Empat buah kaset CD bekas yang tidak digunakan
  3. Lampu
  4. Kabel dengan ukuran kecil
  5. Dua buah karet gelang
  6. Karet bekas sandal bekas.
Teknik Pembuatan Pembangkit Listrik
Langkah 1: penggunaan papan kayu dalam hal ini, bertujuan untuk tempat dudukan sang pembangkit listrik. Kamu bisa memotong kayu sesuai dengan panjang dan ukuran yang kamu inginkan, namun lebih baik jika potongan kayu tersebut berbentuk persegi panjang, agar lebih memudahkan kamu dalam menempatkan komponen-komponen lainnya.
Langkah 2: buatlah tiang-tiang penyangga untuk lingkaran yang terbuat dari kayu. Tiang penyangga berjumlah tiga buah dengan panjang yang berbeda, pastikan masing-masing tiang tidak memiliki panjang yang sama.
Langkah 3: tiang penyangga paling panjang ditaruh pada pinggir kanan papan bagian ujung, tiang penyangga paling pendek ditaruh pada pinggir kanan papan bagian tengah dan tiang penyangga yang memiliki panjang diantara keduanya, ditaruh pada pinggir kiri papap pada bagian ujung yang tidak sama dengan ujung tiang penyangga yang panjang.
Langkah 4: buatlah sebuah lingkaran yang dapat berputar, yang terbuat dari bahan kaset CD yang telah kamu persiapkan. Caranya yaitu, bentuklah karet ban bekas membentuk lingkaran, dengan ukuran menyesuaikan ukuran kaset CD. Kemudian apit karet ban bekas tersebut menggunakan dua kaset CD di sebelah kiri dan kanan. Buatlah dua buah lingkaran dengan besar dan ukuran yang sama.
Langkah 5: bersihkan alat pemutar dari karet bekas sandal memakai, kain atau alat pembersih lainnya. kemudian pasanglah paku pada alat pemutar tersebut. Paku dalam hal ini memiliki tujuan agar alat pemutar dapat dipasang pada tiang-tiang penyangga. Pastikan paku yang digunakan memiliki panjang yang sesuai agar tidak terlalu panjang atau terlalu pendek.
Langkah 6: alat pemutar yang diberi paku ditempel pada tiang penyangga paling panjang dan paling pendek yaitu yang berada pada bagian kanan ujung dan kanan tengah.
Langkah 7: dinamo yang sudah dipersiapkan sebelumnya dipasang kabel kecil. Kabel tersebut harus menghubungkan antara dinamo dengan lampu yang sudah dipersiapkan.
Langkah 8: menghubungkan pemutar-pemutar yang terbuat dari karet bekas sandal dengan menggunakan dua karet gelang, agar lebih kuat dan tidak mudah putus, dalam hal ini, gunakan karet gelang yang sudah matang atau yang kuat bukan karet gelang mentah yang mudah putus.
Langkah 9: karet gelang yang sudah dihubungkan pada kedua pemutar CD, juga hubungkan karet gelang pada dinamo. Dinamo diletakkan di bagian tiang yang memiliki panjang diantara tiang pendek dan tiang panjang yaitu tiang yang berada pada bagian ujung kiri papan dudukan. Selesai.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *